Text
Indonesia Naik Kelas 8 Akselerator Hilirisasi yang ditinctive, adoptive, dan inclusive (DAI) menuju pertumbuhan ekonomi 8%
INDONESIA tengah berada di persimpangan sejarah. Di satu sisi, kita memiliki kekayaan sumber daya alam, kekuatan demografi, dan posisi geopolitik yang strategis.
Di sisi lain, kita belum mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.
Hilirisasi industri kini menjadi jalan strategis yang tak bisa ditunda, sebuah komitmen nasional pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui buku ini, Dany Amrul Ichdan menghadirkan berbagai gagasan dan pemikiran konkret untuk menjawab tantangan itu. Terinspirasi oleh pemikiran Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo, ia merumuskan konsep DAI (Distinctive, Adaptive, Inclusive) sebagai fondasi serta kerangka kerja penyusunan kebijakan hilirisasi dan industrialisasi.
Selain itu, Dany juga terinspirasi pemikiran dosen pembimbingnya saat mengambil program Pascasarjana Universitas Padjajaran-Prof. Dr. Faisal Afiff, Spec.Lic.-yang seolah-olah menekankan bahwa hilirisasi tidak boleh berhenti pada produksi barang setengah jadi. Tanpa jaringan distribusi yang kuat, logistik yang efisien, dan akses pasar yang luas, maka nilai tambah akan menguap di tengah jalan. Tak hanya itu, industrialisasi tanpa UKM ibarat pohon besar tanpa akar. Menurutnya, hilirisasi harus menciptakan peluang usaha bagi koperasi, UMKM, dan wirausaha lokal.
Dany mengusulkan pendekatan ambidextrous policy, yakni sebuah model kebijakan yang mampu menjembatani kutub yang sering dianggap bertentangan: eksploitasi dan eksplorasi, efisiensi dan inovasi, global value chain dan local value chain. Di tengah derasnya megatren global-transisi energi, Revolusi Industri 4.0, pergeseran kekuatan global, dan transisi
demografi-kebijakan ini dirancang untuk menjadi adaptif dan visioner.
Hilirisasi tidak selalu berarti membangun industri high-end yang dipaksakan sehingga membuat kita tidak berdaulat dan berdaya saing, tetapi bisa dimulai dengan memperkuat industri hulu secara cerdas dan bernilai tambah tinggi. Kebijakan hilirisasi hendaknya berorientasi strengthening the core Indonesia saat ini, bukan semata strengthening the trend atau
mengikuti tren global. Menurut Dany, diversifikasi produk dalam satu aktivitas pertambangan di sektor hulu memiliki potensi value creation yang juga tidak kalah besar dibanding membangun industrialisasi hingga ke hilir.
Melalui refleksi kritis dan studi kasus global, Dany melontarkan 8 akselerator hilirisasi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen. Harapannya, buku ini dapat menjadi salah satu kompas arah kebijakan hilirisasi industri dan transformasi ekonomi Indonesia. Sebuah ajakan untuk menyatukan visi, strategi, dan keberanian agar Indonesia benar-benar mampu naik kelas-dari negara berkembang menuju negara maju serta menjadi bagian kekuatan ekonomi dunia yang berdaulat dan berdaya saing.
Dr. Dany Amrul Ichdan, SE. MSc. adalah profesional dan pemimpin di lingkungan BUMN dengan rekam jejak kuat di sektor pertambangan, kesehatan, dan transformasi kelembagaan. Ia pernah menjabat Advisor BUMN, CEO Pertamedika IHC Holding, Staf Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) RI, dan kini Wakil Dirut MIND ID Holding. Dengan menerapkan konsep The DAI Way, yaitu nilai-nilai distinctive, adaptive, dan inclusive, Dany terus berupaya mengembangkan cara pandang baru merumuskan kebijakan industrialisasi dan hilirisasi industri dalam rangka mendorong transformasi ekonomi dan akselerasi pencapaian pertumbuhan ekonomi 8 persen. Buku ini diharapkan makin memperkuat the power of commitment, the power of believe, dan the power of legacy dalam menyukseskan agenda hilirisasi di Indonesia.
| 336012501017 | 336.091 7 DAN i | My Library (2) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain